Fungsi Pancasila Sebagai Ideologi

Berbicara tentang hakikat berarti membicarakan sesuatu yang nyata atau mendasar. Selain itu, dalam upaya memahami hakikat pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, karena pancasila memiliki makna filosofis yang berbeda, maka dua makna dasar tersebut dapat diberikan makna yang berbeda antara lain:

Pancasila adalah landasan Negara

Pancasila tidak lahir pada musim gugur tahun 1945, melainkan melalui proses yang panjang berdasarkan sejarah perjuangan bangsa Indonesia dan juga pandangan negara lain, pancasila merupakan dasar Negara, sebagaimana dibahas dalam pembukaan UUD 1945, sebagai sumber aturan dan masyarakat.

Pancasila adalah pandangan hidup

Fungsi pokok landasan, sebagai pedoman hidup masyarakat Indonesia, merupakan pedoman hidup, pedoman hidup, dan petunjuk bagi segala aktivitas kehidupan dan petualangan bangsa Indonesia dalam berbagai aspek kehidupan bangsa dan bangsa Indonesia. Sumber: blog.malavida.co.id

Pancasila adalah kepribadian bangsa Indonesia

Kepribadian, yang berarti gambaran tentang sikap dan perilaku, atau tindakan seseorang, adalah tipikal kemampuan untuk membedakan dirinya dari negara lain. Ciri khas bangsa Indonesia tercermin dalam pedoman pancasila yaitu bangsa Indonesia yaitu bangsa:

  • Tuhan yang maha kuasa
  • Kemanusiaan yang adil dan beradab
  • Semangat persatuan dan kesatuan bangsa
  • Semangat persatuan konsensus untuk mencapai rasa kecerdikan
  • Tujuannya untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
  • Pancasila adalah kesepakatan tertinggi bagi bangsa Indonesia

Kata-kata “Pancasila adalah kesepakatan tertinggi dalam bangsa Indonesia” muncul di benak Presiden Soekarno di hadapan Sidang Majelis Negara (DPR-GR) pada 16 Agustus 1967. Pancasila itu disebut kesepakatan seluruh rakyat Indonesia.

Pancasila adalah cita-cita dan cita-cita bangsa Indonesia

Untuk penjelasan lebih lanjut, ganbaran pancasila sebagai cita-cita dan cita-cita bangsa Indonesia akan muncul pada waktu dan tujuan bangsa dan Negara Indonesia pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945 yaitu;

  • Lindungi seluruh rakyat Indonesia dan seluruh darahnya
  • Pimpin kesejahteraan masyarakat
  • Terang kehidupan bangsa
  • Berpartisipasi dalam pelatihan olahraga di seluruh dunia berdasarkan kemandirian, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.