Kewajiban Arsitek Kepada Profesinya

Kewajiban Arsitek Kepada Profesinya

Integritas dan martabat profesi merupakan dua hal penting yang harus diperhatikan oleh seorang arsitek. Seperti yang dinyatakan sebelumnya, integritas adalah hal yang mahal dewasa ini. Pelanggaran terhadap hukum atau kode etik profesi atau pelanggaran kode etik profesi akan merusak reputasi arsitek dan mempengaruhi kepercayaan calon pengguna jasa.

KEJUJURAN DAN KEADILAN
Kejujuran dan keadilan adalah dua kualitas yang saling mendukung. Orang yang jujur ​​cenderung adil, dan keadilan akan tercapai jika orang jujur ​​melakukan pekerjaannya. Oleh karena itu, seorang arsitek harus memiliki karakter yang jujur ​​dan adil. Kejujuran dan keadilan ini akan teruji jika seorang arsitek menjadi sadar akan kelalaian atau pelanggaran kode etik oleh sesama arsitek. Jika Anda menemukan situasi seperti itu, arsitek harus segera menghubungi dewan kehormatan untuk memastikan bahwa kode etik dipatuhi.

Untuk menjaga integritas pribadi, tinjauan gambar, spesifikasi teknis, laporan perencanaan / pemantauan atau dokumen lain harus sesuai dengan tingkat pengetahuan arsitek. Dengan mengikuti prosedur ini, semua hasil yang diinginkan oleh arsitek dan pengguna jasa dapat diperhitungkan dan sepenuhnya berada di bawah kendali arsitek.

Karena arsitek dituntut untuk menjadi profesional, arsitek tidak boleh dengan sengaja membuat pernyataan palsu tentang fakta material. Aturan ini harus diterapkan dalam semua konteks profesionalisme seorang arsitek dalam setiap kegiatan, pekerjaan atau bidang.

GAMBAR DAN INTEGRITAS

Gambar adalah apa yang dilihat orang biasa dari aktivitas seorang arsitek. Tindakan, karakter dan cara menempatkan diri dalam situasi tertentu akan merepresentasikan gambaran yang ditangkap oleh masyarakat luas tentang siapa sebenarnya arsitek itu.

Pernyataan yang menyesatkan atau pemalsuan yang disengaja atas kualifikasi profesional, data palsu pada daftar pengalaman kerja, atau plagiarisme karya arsitek lain harus dihindari. Di sisi lain, arsitek harus dapat merinci ruang lingkup dan tanggung jawab yang terkait dengan pekerjaan yang telah dilakukannya, baik secara pribadi maupun sebagai tim. Seorang arsitek biasanya tidak bekerja sendiri dalam pekerjaannya, sehingga kontribusi pihak lain terhadap karyanya juga harus disebutkan, terutama jika pekerjaan tersebut dilakukan secara formal bersama.

Kerja tim itu unik dan membutuhkan pengalaman manajemen yang baik. Apa yang dibangun tim akan menunjukkan kualifikasi seorang arsitek. Pekerjaan yang buruk atau proses menyelesaikannya sangat tergantung pada bagaimana arsitek mengelola tim di bawah kendalinya. Arsitek harus menekankan kepada tim bawahannya bahwa dalam pekerjaannya mereka berada dalam koridor etika yang dianut oleh arsitek. Dengan demikian, semua langkah dan keputusan yang dibuat oleh tim selalu didasarkan pada koridor dan etika yang sama seperti arsitek dan pemimpinnya.

PENGEMBANGAN DIRI
Di dunia dengan persaingan yang semakin ketat, tidak bergerak adalah peringatan yang mematikan. Kemalasan untuk keluar dari zona nyaman Anda adalah tanda kemunduran. Jika arsitek tidak merespon tanda-tanda alam tersebut, dalam waktu dekat arsitek tersebut akan menjadi ketinggalan zaman dan akan lebih mudah tenggelam dalam dunia persaingan. Pengembangan kemampuan pribadi baik dalam hal manajemen kepemimpinan, manajemen aset, manajemen keuangan, manajemen waktu, penguasaan keterampilan teknologi, kemampuan untuk mengembangkan pemahaman tentang konsep arsitektur terkini adalah lagu wajib dalam hal ini, dan ketulusan serta konsistensi adalah kuncinya.

Arsitek Keren hanya di : arsitekpesat.com

KEMITRAAN

Sekali lagi tentang tim: arsitek harus bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki kompetensi yang memadai di bidangnya. Seorang arsitek tidak diperbolehkan bekerja sama dengan seseorang yang tidak terdaftar pada asosiasi profesionalnya atau tidak memenuhi syarat sebagai anggota organisasi profesional arsitektur yang diakui. Juga menjadi jaminan bagi pemilik yang menggunakan jasa arsitek bahwa karyanya, hasil kerja timnya selalu dalam batas yang seharusnya.