Konferensi Asia-Afrika (KAA) dan Peran Indonesia

Pada kesempatan ini gurusekolah.co.id akan membahas Konferensi, definisi, sejarah, fungsi dan tujuan hubungan Afro-Asia, serta isinya secara singkat dan jelas.
Untuk perincian lebih lanjut, lihat penjelasan di bawah ini:

Diskusi berikut berkaitan dengan makna, sejarah, fungsi dan tujuan Konferensi Afro-Asia dan isi Konferensi Afro-Asia dan isi dari sila Bandung.

Tidak ada satu pun negara di dunia yang dapat bertahan hidup sendirian. Bahkan, sejak saat kelahiran, bahkan satu negara membutuhkan negara lain.

Ketika Indonesia menghadapi revolusi fisik, pada 20 Agustus 1946 kami mengirim 500.000 ton beras ke negara India yang kelaparan.

Sebagai gantinya, pada 14 Maret 1947 utusan Mesir Mohammad Abdul Mounim datang ke Indonesia untuk menyatakan dukungan dan pengakuan juga dari Liga Arab atas kelahiran dan dasar negara Indonesia.

Dengan cara ini, hubungan diplomatik antara Indonesia dan negara-negara lain dapat dibangun dalam berbagai bentuk. Sekarang mari kita jelaskan bersama berbagai kolaborasi yang telah ada antara negara Indonesia dan negara lain.

Konferensi Asia-Afrika (KAA) dan Peran Indonesia

Solidaritas dan persahabatan kadang-kadang bahkan dapat dibentuk oleh suatu persamaan. Inilah yang terjadi pada negara-negara Asia dan Afrika.

Negara-negara yang ada di kedua benua berbagi penderitaan fisik dan mental yang sama, karena cengkeraman imperialisme dan kolonialisme Barat.

Suatu bentuk solidaritas dengan perjuangan antar negara di kedua wilayah adalah mengadakan Konferensi Afro-Asia.

Kepentingan Konferensi Asia-Afrika berlangsung di dua konferensi pendahuluan, Konferensi Kolombo dan Konferensi Bogor.

Konferensi Afro-Asia Terkemuka (KAA)
Konferensi Columbus diadakan pada tanggal 28 April – 2 Mei 1954 di negara Sri Lanka. Pada waktu itu Shri Pandit Jawaharlal Nehru (PM India), Mohammad Ali Jinna (PM Pakistan), Sir John Kotelawala (PM Sri Lanka), U Nu (PM Burma) dan Ali Sastroamidjojo (PM Indonesia).

Keputusan yang diambil selama konferensi ini adalah sebagai berikut;

untuk. Indo-Cina harus dibebaskan dari cengkeraman imperialisme Prancis.

b. Kemerdekaan bagi Tunisia dan bahkan Maroko.

c. Menyetujui dan juga mencari Konferensi Afro-Asia dan memilih Indonesia sebagai negara tuan rumah.

Konferensi Bogor diadakan dari tanggal 28 hingga 29 Desember 1954. Pada saat itu semua peserta Konferensi Colombo hadir.

Maksud dan tujuan konferensi ini adalah untuk membahas implementasi Konferensi Asia-Afrika, antara lain, apa tujuan Konferensi Asia-Afrika, yang akan diundang dan pada tingkat apa Konferensi Asia-Afrika akan diadakan .

Dalam pernyataan bersama yang disetujui oleh para perdana menteri disepakati bahwa Konferensi Afro-Asia akan segera diadakan di kota Bandung pada tahun 1955.

Konferensi Afro-Asia di kota Bandung 1955
Konferensi Asia-Afrika diadakan di kota Bandung dari 18 hingga 24 April 1955. Delegasi Indonesia terdiri dari 17 orang, 16 anggota dewan dan 7 staf sekretaris.

Presiden konferensi adalah Bpk. Ali Sastroamidjojo, ketua komite budaya adalah Bpk. MUH. Yamin dan ketua komite bagian ekonomi adalah Prof. Ir. Roosseno. Sekretaris jenderal konferensi dipercayakan kepada Ruslan Abdul Gani.

Konferensi yang secara resmi dibuka oleh Bapak Presiden Ir. Soekarno berlangsung di dua tempat, yaitu di gedung Merdeka dan juga di gedung Dwi Warna. Selama konferensi ada perbedaan pendapat yang mengkristal dalam tiga kelompok.

Pertama, kelompok pro-barat yang terdiri dari Filipina, Thailand, Pakistan, Irak dan Turki.
Kedua, kelompok-kelompok komunis yang terdiri dari Cina dan Vietnam Utara.
Ketiga, kelompok netral yang meliputi India, Burma, Sri Lanka, dan Indonesia.
Sementara negara lain yang tidak menunjukkan posisi jelas. Suasana konferensi dihidupkan ketika kelompok anti-komunis pro-Barat sangat mengkritik komunisme.

Namun, itu mungkin mereda setelah Chou En Lai dengan tenang memberikan jawaban, “Kami datang ke sini untuk mencari titik temu, bukan untuk menciptakan perselisihan, kami datang ke sini untuk mencari persatuan dan tidak bertengkar.”

Bahkan, pertemuan konferensi di mana negara-negara yang berbeda dengan latar belakang dan ideologi yang berbeda akan berpartisipasi, jika tidak dikelola dengan baik, tidak akan menghasilkan hasil apa pun.

Konferensi Asia-Afrika berjalan tanpa hambatan. Konferensi ini menghasilkan keputusan yang fenomenal. Kita sering mendengar keputusan ini dengan istilah dasasila Bandung.

Demikian lah pembahasan kali ini tentang Konferensi Asia Afrika-Pengertian, Sejarah, Fungsi dan Tujuan serta Isi yang bisa Gurusekolah.co.id sampaikan semoga bermanfaat ..