Langkah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem untuk memperkuat “taring” pelatihan vokasi

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) terus bekerja melalui Direktorat Jenderal Pendidikan dan Pelatihan Vokasi untuk menghubungkan dan mengkoordinasikan VET dengan dunia usaha dan industri (DUDI).

Oleh karena itu, kebijakan super tax deduction bagi DUDI menjadi pendorong promosi pelatihan vokasi.

Baca juga: Pelatihan vokasi harus menyertakan DUDI sejak awal

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan kebijakan ini bertujuan untuk memperluas peluang

pelatihan vokasi bekerja sama dengan lebih banyak industri dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan vokasi di Indonesia.

“Hal ini mendorong SMK memiliki peluang yang lebih baik untuk menarik mitra dalam pengembangan kurikulum, untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pembelajaran serta peluang pelatihan,” kata Nadiem dalam keterangannya di situs Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Rabu (23/12). .) . /2020).

Ia berharap langkah ini akan membuka peluang bagi pelatihan vokasi untuk melakukan transformasi yang optimal demi peningkatan kualitas lulusan yang profesional secara berkesinambungan.

“Semoga langkah ini dapat mendorong DUDI yang selama ini kurang terlibat, untuk lebih terlibat

dan berkontribusi dalam pelatihan vokasi,” ujar Nadiem.

Dapatkan informasi, inspirasi, dan wawasan di email Anda.
email pendaftaran

Nadiem menegaskan tujuan dari link and match adalah untuk membawa pelatihan vokasi sejalan dengan DUDI. Oleh karena itu, ia ingin memperluas peran DUDI dalam pembelajaran melalui pelibatan guru-guru dari kalangan DUDI.

“Kurikulum dan pusat pengajaran juga harus fokus pada industri, dan peran industri sebagai pemilik konten SMK kita juga harus meningkat,” kata Mendikbud.

Baca juga: Dirjen SMK: Belum 100 Persen SMK Tawarkan Pengajaran Tatap Muka
Kemenkeu Dorong Link and Match DUDI

Senada dengan Nadiem, Direktur Jenderal Pajak Departemen Keuangan Suryo Utomo mengatakan kebijakan super tax

deduction diberlakukan untuk mendorong DUDI mendukung Link and Match.

Ia menyatakan, Indonesia akan menerima bonus demografi pada 2030. Peluang ini harus dimanfaatkan dengan mempersiapkan calon karyawan untuk mengisi bonus demografi dengan benar.

“Kualitas anak-anak kita akan menjadi kunci untuk mengisi pasar tenaga kerja pada tahun 2030. Kita harus meningkatkan keterampilan anak-anak kita dan menjaga daya saing, sehingga harus ada koneksi dan interaksi antara pemerintah dan DUDI,” kata Suryo Utomo.

Merujuk pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 128 Tahun 2019, Suryo mengatakan Departemen Keuangan telah membuat regulasi untuk mendorong DUDI memanfaatkan potongan pajak super dan mendukung penyiapan tenaga terampil dan kompeten sesuai kebutuhan DUDI.

Suryo menegaskan, super tax deduction ini membuka peluang bagi beberapa sektor industri untuk diuntungkan. Insentifnya, industri DUDI yang memiliki kegiatan profesional dapat mengenakan biaya lebih dari 100 persen hingga 200 persen.

Baca juga: 5 Keuntungan Belajar di SMK, Simak Saja!

“Sederhananya, ketika DUDI menghabiskan Rp 100 juta untuk kegiatan sehari-hari, mereka memotong Rp 100 juta sebelum membayar pajak,” kata Suryo.

LIHAT JUGA :

indonesiahm2021.id
unesa.id
unimedia.ac.id
politeknikimigrasi.ac.id
stikessarimulia.ac.id
ptsemenkupang.co.id