Mengatasi Anak Mogok Sekolah

Anak anda mogok anak ke sekolah? Tampaknya masalah ini sering dialami oleh orang tua yang anaknya memasuki usia sekolah. Tidak mengherankan bahwa pada akhirnya muncul pertanyaan, bagaimana cara membuat anak ingin kembali ke sekolah?

Paling tidak, saya mengalami pengalaman ini beberapa waktu yang lalu ketika putra saya masuk sekolah TK. Tiba-tiba saya tidak pergi ke sekolah. Saya masih ingat ketika putra saya berusia 5 tahun. Ketika bus sekolah tiba, anak saya tiba-tiba menangis dan berkata dia tidak ingin pergi ke sekolah.

Bingung? Jelas Lah wong, sebelum anak saya senang ketika dia pergi ke sekolah. Bagaimanapun, putra saya sudah dalam kondisi baik dengan seragam sekolahnya.

Alih-alih memaksanya untuk tetap bersekolah, saya akhirnya memberinya izin untuk tidak pergi ke sekolah. Namun, tentu saja, saya pertama kali menemukan mengapa anak saya tidak ingin pergi ke sekolah, dan saya membuat kesepakatan tentang kapan dia akan kembali ke sekolah. Termasuk mencari alasan agar anak ingin kembali ke sekolah.

Dikatakan bahwa psikolog anak dan remaja, Irma Gustiana Andrian, mengatakan bahwa situasi anak-anak yang bersekolah sebenarnya dirasakan oleh anak-anak yang baru saja masuk sekolah. Ini tidak dapat dipisahkan dengan perasaan tidak nyaman atau cemas yang dirasakan anak karena mereka merasa jauh dari orang tua mereka.

Faktanya, Anxiety Disorder Associate Amerika Serikat mengatakan bahwa masalah pembagian sekolah ini umumnya 5%, 28% anak-anak berusia antara 5 dan 6 tahun dan mereka yang berusia antara 10 dan 11 tahun.

Jika anak mogok untuk datang ke sekolah, Irma, psikolog di Growing Room Psychology Clinic, memberikan beberapa tips yang bisa dilakukan orang tua.

Tips Sukses

Agar anak-anak pergi ke sekolah, orang tua dapat melakukan langkah-langkah berikut:

  1. Lihat, bagaimana kondisi anak sebelum tidur? Apakah dia sering berada dalam suasana hati yang buruk atau kesal? Irma Gustiana mengatakan, sebelum tidur, bahwa sudah menjadi kebiasaan bagi anak-anak untuk bahagia. Karena ini akan berpengaruh ketika anak bangun pagi, dia tidak akan mengalami kesulitan dan juga akan bangun dengan kondisi bahagia.
  2. Selanjutnya, jangan lupa mencari tahu mana karakter kecil favorit Anda. Dari sini, orang tua dapat membeli pernak-pernik untuk kebutuhan sekolah sesuai dengan karakter favorit anak mereka. Misalnya, pensil, tas, buku atau bahkan sepatu dan kaos kaki yang akan Anda gunakan. Sehingga anak-anak bisa lebih termotivasi untuk pergi ke sekolah.
  3. Mendampingi anak-anak ketika mereka merasa cemas atau tidak nyaman juga sangat penting bagi orang tua. Tujuannya adalah untuk dapat membantu anak-anak ketika mereka merasa tidak nyaman ketika mereka berada di sekolah. Kemudian, yakinkan anak itu bahwa Anda akan mengambilnya saat Anda pulang dari sekolah.
  4. Juga beri tahu anak bahwa di sekolah Anda dapat melakukan banyak kegiatan yang menyenangkan bersama teman dan guru.
  5. Salah satu hal terpenting yang harus Anda lakukan adalah bagaimana orang tua merespons ketika mereka mendengar tentang mogok sekolah. Kesal, tentu saja Anda bisa. Tapi tidak perlu untuk keluhan berkepanjangan, kan?

Alih-alih termotivasi untuk pergi ke sekolah, si kecil Anda akan merasa bahwa ia berada di bawah tekanan dari orang tuanya. Pada akhirnya, akan ada perasaan bahwa datang ke sekolah hanya dilakukan karena dia ingin orang tua bahagia dan bahagia.

Kondisi seperti ini tentu saja harus kita hindari, kan? Belajar dan menikmati kegiatan di sekolah tentunya harus dinikmati dengan perasaan gembira. Siapa yang setuju dengan pendapat ini?

Baca Juga : Cara Menghitung Passing Grade