Proses Produksi Serta Jenisnya

Memahami proses pembuatan

Proses produksi adalah kegiatan di mana beberapa faktor (penggabungan) dari produksi yang ada digunakan untuk menciptakan suatu produk, baik barang dan jasa, yang menguntungkan konsumen.

Proses pembuatannya juga disebut pengolahan bahan baku dan bahan pembantu menggunakan peralatan untuk produksi produk yang lebih berharga daripada bahan sumber.

Hasil kegiatan produksi adalah barang dan jasa. Barang adalah benda yang memiliki sifat fisik dan kimia dan memiliki periode waktu tertentu. Sementara jasa adalah sesuatu yang tidak memiliki sifat fisik dan kimia dan tidak memiliki periode waktu antara produksi dan konsumsi.

Tujuan dari proses pembuatan adalah sebagai berikut:

  1. Untuk menghasilkan barang (barang / jasa).
  2. Untuk menjaga kelangsungan hidup perusahaan.
  3. Untuk memberikan nilai tambah / nilai bagi produk.
  4. Untuk mendapat untung mencapai tingkat kemakmuran yang diinginkan.
  5. Untuk mengganti produk yang rusak, kedaluwarsa, atau kedaluwarsa.
  6. Untuk memenuhi permintaan pasar di pasar domestik dan internasional.

Jenis proses produksi

Dalam implementasinya, proses ini membutuhkan waktu yang berbeda, ada yang singkat dan ada yang agak lama. Berdasarkan metode implementasi, proses produksi dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu:

1. Produksi jangka pendek

Ini adalah kegiatan produksi yang secara cepat dan langsung menghasilkan barang (barang / jasa) untuk konsumen. Contohnya adalah produksi makanan, seperti roti bakar, kekwe, gorengan dan lainnya.

2. Produksi jangka panjang

Ini adalah kegiatan produksi yang membutuhkan waktu. Misalnya menanam padi, menanam kopi, membangun rumah dan lain-lain.

Proses Produksi Serta Jenisnya

3. Produksi berkelanjutan

Ini adalah kegiatan produksi yang secara bertahap memproses berbagai bahan mentah menjadi produk jadi, di mana proses berlanjut. Misalnya, tanaman yang menghasilkan kertas, gula, karet, dll.

4. Produksi komposit

Ini adalah aktivitas produksi yang mengolah bahan mentah, menggabungkannya menjadi produk jadi. Misalnya, proses pembuatan sepeda motor, di mana masing-masing bagian dibuat secara terpisah (kemudi, ban, mesin, knalpot, dll). Proses menggabungkan bagian-bagian ini menghasilkan sepeda motor.

Karakteristik proses produksi

Dalam proses mengelola kegiatan produksi, ada karakteristik tertentu. Berikut adalah beberapa karakteristik berdasarkan proses, sifat, dan durasi:

1. Berdasarkan proses

  • Produksi langsung, kegiatan ini meliputi produksi primer dan produksi sekunder. Produksi primer, yaitu kegiatan produksi yang diambil langsung dari alam. Misalnya pertanian, pertambangan, perikanan dan lainnya. Produksi sekunder, yaitu proses produksi, menambah nilai lebih pada produk yang sudah ada. Misalnya kayu untuk membuat rumah, baja untuk membuat jembatan, dan lain-lain.
  • Produksi tidak langsung, yaitu kegiatan produksi dengan memberikan hasil keahlian atau layanan. Misalnya, layanan mekanik, layanan kesehatan, layanan konsultasi dan lain-lain.

2. Berdasarkan sifat dari proses produksi

  • Proses ekstraktif, yaitu kegiatan produksi untuk ekspor produk langsung dari alam.
  • Proses analitik, yaitu kegiatan produksi, yang membagi produk menjadi bentuk yang mirip dengan aslinya.
  • Proses manufaktur, yang merupakan kegiatan mengubah bahan baku menjadi produk baru.
  • Proses sintetis, yang merupakan kegiatan menggabungkan beberapa bahan ke dalam bentuk produk. Proses ini juga disebut perakitan.

3. Berdasarkan periode produksi

  • Produksi berkelanjutan, yaitu, produksi yang menggunakan berbagai cara untuk terus menciptakan produk. Proses ini biasanya dalam skala besar dan tidak tergantung pada waktu dan musim.
  • Produksi bersifat intermiten, yaitu produksi, kegiatan yang dilakukan tidak sewaktu-waktu, tergantung pada musim, pesanan, dan faktor lainnya.

Sumber : https://guruakuntansi.co.id/